Selasa, 26 November 2013

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT JASA MARGA TAHUN 2012



ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT JASA MARGA TAHUN 2012
NAMA: HANA FEBRIANI
NIM    :C1C012010

PT JASA MARGA, Tbk.
Top Infrastructure Investment
Analisis Keuangan dan Valuasi Perusahaan
Dr. Adrian Teja
1.  Sekilas Tentang JSMR
Jasa Marga  merupakan perusahaan  infrastruktur yang dapat dikatakan hampir memonopoli pembangunan dan operasional jalan tol di Indonesia.
2.  Kinerja Keuangan JSMR
Pada tahun 2012 Revenue  Jasa Marga  mengalami lonjakan yang besar karena adanya  lonjakan pendapatan konstruksi dari Rp. 459 miliar 2011 Q3 menjadi Rp. 1431 miliar 2012  Q3. Lonjakan pendapatan konstruksi mengakibatkan Revenue mengalami peningkatan 50% pada tahun 2012 (Estimate).  Seiring dengan peningkatan Revenue, Return on Equity Jasa Marga secara konsisten menunjukkan trend membaik.  Kinerja  Jasa Marga  pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2012 (Estimate) dapat dilihat pada gambar 1. Dibawah ini. Gambar 1. Pertumbuhan Penjualan dan Return on Equity
Pertumbuhan penjualan yang baik  tidak  diikuti oleh manajemen likuiditas yang  baik. Dapat dilihat current ratio  Jasa Marga  pada  tahun 2012 (Estimate)  menunjukkan trend menurun yang serius walaupun tingkat penjualan tumbuh. Current ratio  Jasa Marga pada  tahun 2012 (Estimate) hanya bernilai 102.00%.
Return on Equity Jasa Marga  pada tahun 2012 (Estimate) yang mengalami peningkatan dapat dianalisis penyebabnya dengan menggunakan metode  Du Pont Analysis yang terdiri dari 3 tahap. Pada tahap pertama, Return on Equity (Net Income dibagi Total Equity) dihasilkan dari perkalian antara Financial Leverage (Total Asset dibagi Total Equity) dengan Return on Asset (Net Income dibagi Total Asset). Dapat dilihat bahwa Financial Leverage Jasa Marga  menunjukkan trend meningkat  dari  225.16% tahun 2009  menjadi  231.94% tahun 2011 dan menjadi 244.49%  pada tahun 2012 (Estimate). Return On Asset  Jasa Marga  juga terus meningkat dari 6.14% tahun 2009 menjadi 6.15% tahun 2011 dan menjadi 7.28% tahun tahun 2012 (Estimate).
Pada tahap kedua, Return on Asset (Net Income dibagi Total Asset) dihasilkan dari perkalian antara Total Asset Turn Over (Revenue dibagi Total Asset) dengan Net Profit Margin (Net Income dibagi Revenue). Dapat dilihat bahwa Net Profit Margin  Jasa Margamenunjukkan trend menurun  dari  26.89% tahun 2009 menjadi  26.59% tahun 2011 dan menjadi 22.50%  pada tahun 2012 (Estimate).  Penurunan Net Profit Margin dapat diredam dengan peningkatan  Total Asset Turn Over  Jasa Marga  dari  22.83%  tahun 2009  menjadi 23.15% tahun 2011 dan menjadi 32.38% tahun 2012 (Estimate).
Pada tahap ketiga, Net Profit Margin (Net Income dibagi Revenue) merupakan hasil perkalian antara Operating Profit Margin (Operating Income dibagi Revenue) dikali Effect of Non Operating Item (Income Before Tax dibagi Operating Income) dikali Tax Effect (1Taxes dibagi Income Before Tax). Penurunan  Net Profit Margin tahun 2012 (Estimate) terutama disebabkan oleh penurunan Operating Profit Margin dari 45.99% tahun 2011 menjadi 41.29% tahun 2012 (Estimate).
3.  Ekspektasi Kinerja Keuangan JSMR
Manajemen keuangan  Jasa Marga  dikelola  dengan cara yang agak sulit dimengerti. Pada satu sisi, current ratio yang rendah tidaklah mencerminkan Jasa Marga mengalami kesulitan likuiditas karena  hampir 90% current asset adalah cash dengan nilai sekitar Rp. 4 Triliun. Pada sisi yang lain, hutang bank Jasa Marga juga sekitar Rp. 4 Triliun. Kebijakan seperti ini mengakibatkan terjadinya spread yang negatif dari tingkat suku bunga dimana cash diinvestasikan dan biaya bunga bank.  Jasa Marga  relatif tidak terpengaruh dengan  risiko perlambatan ekonomi Indonesia akibat kondisi ekonomi global yang melemah dan peningkatan tarif listrik dan gaji buruh.
4.  Valuasi JSMR
Kami  menghitung valuasi  saham  Jasa Marga  dengan menggunakan Three Phase Dividend Discount Model dengan skenario moderat  yaitu berdasarkan  rata-rata  kinerja  dari tahun 2009  ke  tahun 2012 (Estimate). Fase pertama adalah fase supergrowth dengan pertumbuhan  Revenue  sebesar  15.00% per tahun selama 5 tahun. Fase kedua adalah fase transition to constant growth dengan pertumbuhan  Revenue  yang menurun sebesar  3.75% per tahun selama 4 tahun. Fase ketiga adalah fase constant growth dengan pertumbuhan revenue sebesar 0% per tahun.
Pada skenario agresif, kami mengasumsikan  Jasa Marga  mengalami pertumbuhan Revenue sebesar  20% per tahun selama 5 tahun. Fase kedua adalah fase transition to constant growth dengan pertumbuhan Revenue yang menurun sebesar  5.00% per tahun selama 4 tahun. Fase ketiga adalah fase constant growth dengan pertumbuhan revenue sebesar 0% per tahun.
Kami mengasumsikan Net Profit Margin  Jasa Marga  sebesar 22.11% dan  dapat dipertahankan sampai pada periode constant growth. Kami menggunakan Dividend Payout Ratio sebesar 50% pada periode super growth selama 5 tahun. Kami melakukan penyesuaian pada Dividend Payout Ratio yang meningkat 12.5% selama 4 tahun sehingga mencapai 100%. Dividend Payout Ratio ini stabil pada periode constant growth pada tingkat 100%.
Cost of Equity Jasa Marga diasumsikan terus meningkat seiring dengan meningkatnya tingkat beta  Jasa Marga. Kami menggunakan data beta  JSMR  dari    www.FT.com  sebesar  0.8936. Peningkatan  beta didasarkan pada model dari  Marchall Blume  dimana  beta mempunyai kecenderungan menuju nilai 1.  Pada saat beta bernilai 1, Cost of Equity  Jasa Marga  adalah 9.24%.
Disclaimer
Laporan riset fundamental ini dibuat oleh Q-Analytics.com, perusahaan analisis fundamental independen dengan hanya menggunakan data publik laporan keuangan perusahaan dan dari sumber data publik lain yang dapat diandalkan. Laporan riset fundamental ini bukanlah rekomendasi atau ajakan bagi investor untuk membeli, menjual, atau menahan  investasi saham perusahaan. Investasi pada saham dapat menimbulkan risiko kerugian. Oleh karena itu, investor disarankan tidak menggunakan laporan riset fundamental ini sebagai satu-satunya sumber informasi untuk mengambil keputusan.
Analysts Certification
Kami menyatakan bahwa laporan analisis fundamental saham secara akurat merepresentasikan pendapat kami. Kami juga menyatakan bahwa tidak ada kompensasi yang diterima dari pihak perusahaan yang dianalisis atau pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk membentuk opini publik mengenai saham perusahaan.
Sumber : www.q-analytic.com
ANALISA SAHAM  JASA MARGA

2009
(A)
2010
(A)
2011
(A)
2012
(Q3)
1.    Peningkatan




a.       EPS (Earning per shares)
+42%
+20%
+12%
+38%
b.      Penjualan
+10%
+19%
+13%
+%38
c.       Laba operasi
+10%
+31%
+15%
+30%
2.    ROE (Return on Equity)
14%
15%
14%
18%
3.    DER (Dept to Equity Ratio)
 1,25
1,45
1,32
1,13

LABA KUARTAL TERAKHIR
            Pada tahun 2012 meningkat menjadi 38% disbanding tahun 2011. Penjualan juga meningkat 38%, sedangkan laba meningkat 30%. Dari sini dapat disimpulkan bahwa laba secara dominan dapat diperoleh dari hasil operasi perusahaan.
            Dibandingkan dengan modal laba yang diperoleh cukup tinggi dimana ROE mencapai 18%. Namun ROE masih jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan suku bunga bank dan return dari obligasi. Rasio hutang terhadap modal sebesar 1, 13 kali dari modal yang dimiliki. Rasio ini termasuk besar. Dan dapat dikategorikan lancer dalam arti Jasa Marga sanggup membayar hutang-hutangnya.
LABA TAHUNAN MENINGKAT
            Dari indicator EPS, pendapatan dan laba operasi Jasa Marga selalu meningkat dari tahun ke tahun. Perusahan yang berkembang yang memiliki pasar berkesinambungan pasti EPS, laba dan pendapatannya selalu naik.


MANAJEMEN BARU, PRODUK BARU, HARGA SAHAM TERTINGGI BARU
            Harga saham Jasa Marga baru saja mencapai harga tertingginya mencapai 6000 pada 27 Agustus 2012. Pola pergerakan harga saham mulai sedikit naik namun volume transaksi masih tipis.
            Manajer puncak diganti dengan tujuan untuk meningkatan kinerja Jasa Marga. Terdapat beberapa ruas jalan tol untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, seperti : Ruas jalan tol  Batang – Semarang dan Ruas jalan tol diatas Laut Benoa – Bali.

Sumber : http://www.sahamok.com/2012/10/31/analisis-can-slim-saham-jsmr-jasa-marga/
             

 


LAPORAN KEUANGAN PT JASA MARGA TAHUN 2012 (setelah konsolidasi)


BUKU : NANCY A BAGRANOOF, MARK G. SIMKIN, & CAROLYN STRAN

Nama   : Hana Febriani
NIM    : C1C012010
Kelas   : S1 Akuntansi A 2012

Penulis : Nancy A. Bagranoff, Mark G. Simkin, Carolyn Stran

CHAPTER 3

DOCUMENTING ACCOUNTING INFORMATION SYSTEMS

INTRODUCTION
Dokumentasi menjelaskan bagaiman SIA beroperasi dan merupakan salah satu bagian vital dalam system akuntansi. Akuntan dapat menggunakan berbagai macam tipe logic charts untuk melacak aliran data melalui SIA. Saat ini, banyak pengguna akhir mengembangkan aplikasi komputer untuk diri mereka. Pemrograman pengguna akhir ini sangat membantu manajer, yang konsekuensinya tidak memerlukan professional IT untuk mengembangkan pengolahan kata sederhana, spreadsheet, atau aplikasi database. Tetapi pemrograman dapat juga menjadi masalah karena banyak pekerja tidak mengetahui bagaimana untuk mendokumentasikan pekerjaan mereka dengan baik.

WHY DOCUMENTATION IS IMPORTANT
            Bahkan survey terbaru dari para praktisi menemukan bahwa system dokumentasi menjadi semakin penting bagi organisasi untuk lebih memahami proses bisnis mereka dan juga mematuhi peraturan untuk menyediakan pemahaman ini. Dokumentasi termasuk flowchart, narasi, dan komunikasi tertulis lainnya yang mendeskripsikan input, proses, dan output dari SIA. Dokumentasi juga mendeskripsikan arus logika dari data dengan system computer dan prosedur yang harus diikuti oleh semua karyawan dalam penyelesaian tugasnya. Ada Sembilan alasan dokumentasi penting bagi SIA.
1.      Menggambarkan bagaimana system bekerja.
2.      Training pengguna
3.      Mendesign system baru
4.      Mengontrol pengembangan system dan biya pemeliharaan.
5.      Standar komunikasi dengan yang lain.
6.      Mengaudit SIA.
7.      Mendokumentasikan proses bisnis.
8.      Mematuhi UU Sarbanes-Oxly.
9.      Membangun pertanggungjawaban.


DOCUMENT AND SYSTEM FLOWCHARTS
            Satu penjelasan untuk kekurangan ini adalah bahwa organisasi sering membuat atau mengimplementasikan SIA di bawah tenggang waktu yang ketat. Alasan lain adalah bahwa sebagian besar profesional IT lebih memilih menciptakan sistem untuk mendokumentasikan.
  •  Document Flowcharts
            Sebuah dokumen flowchart menelusuri aliran fisik dokumen melalui organisasi dari departemen, kelompok, atau individu. Membangun flowchart dokumen diawali dengan mengidentifikasi departemen yang berbeda atau kelompok yang menangani dokumen-dokumen dari sistem tertentu. Flowchart kemudian digunakan untuk menggambarkan arus dokumen.
  •            Guidelines for Drawing Document Flowcharts
            Diagram alur dokumen berkonsentrasi pada aliran fisik laporan dan dokumen-dokumen serupa. Ketika membangunnya, beberapa analis juga mencakup pergerakan barang fisik dalam flowchart dokumen mereka termasuk persediaan dari departemen penerima ke ruang persediaan toko. Anda dapat menggunakan panduan berikut untuk membuat diagram alur ini lebih jelas:
1.   Identifikasi semua departemen yang membuat atau menerima dokumen yang terlibat dalam sistem.
2.  Hati-hati mengklasifikasikan dokumen dan kegiatan masing-masing departemen, dan menarik judul sesuai departemen.
3.      Identifikasi setiap salinan dari dokumen akuntansi dengan angka.
4.      Catat untuk distribusi setiap salinan dokumen.
5.  Gunakan on-page dan off-page konektor untuk menghindari diagram dengan garis-garis yang melintasi satu sama lain.
6.  Setiap pasang konektor (a'' dari'' dan'' untuk'' konektor di masing-masing pasangan) harus menggunakan huruf yang sama atau nomor.
7.    Gunakan penjelasan jika diperlukan untuk menjelaskan kegiatan atau simbol-simbol yang mungkin tidak jelas.
8.   Jika urutan catatan dalam sebuah file penting, termasuk huruf'' A'' untuk abjad,'' N'' untuk numerik, atau'' C'' untuk kronologi simbol file.  
9.      Sebagian besar karyawan referensi bentuk dengan akronim.
10.  Pertimbangkan untuk menggunakan alat flowcharting otomatis.

  •  System Flowcharts
Sedangkan diagram alur dokumen fokus pada dokumen yang nyata, system flowchart berkonsentrasi pada arus data yang terkomputerisasi di SIA. Dengan demikian, sistem flowchart biasanya menggambarkan aliran data elektronik dan pengolahan langkah-langkah dalam SIA. Sebagian besar simbol-simbol ini konvensi industri yang telah dibakukan oleh Badan Standar Nasional (Standard × 3,5). Beberapa diagram alur sistem bersifat umum dan hanya memberikan gambaran dari sistem. Ini adalah diagram alur sistem tingkat tinggi.
Input dan output dari sistem yang ditentukan oleh input dan output simbol umum, jajaran genjang. Secara tidak langsung, flowchart sistem juga menunjukkan siklus pengolahan (harian, mingguan, atau bulanan), kebutuhan perangkat keras (misalnya, disk drive dan printer), bidang pengendalian aplikasi yang lemah atau hilang, dan hambatan potensial dalam pengolahan. kami juga dapat mengidentifikasi file utama dari sistem dan laporan utama sistem. Laporan-laporan ini memberikan informasi proses kontrol untuk tujuan pengendalian dan pengecualian informasi yang membantu karyawan memperbaiki kesalahan terdeteksi oleh sistem.
  •  Guidelines for Drawing System Flowcharts
            Flowchart sistem menggambarkan data pekerjaan elektronik streamof melalui berbagai tahapan pengolahan SIA, dan karena itu juga menggambarkan jejak audit. Setiap kali catatan file diurutkan atau diperbarui. Meskipun tidak ada aturan ketat mengatur persis bagaimana untuk membangun sistem flowchart, daftar berikut ini memberikan beberapa panduan.
1.    Diagram alur sistem harus dibaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan.
2.    Karena simbol sistem flowchart yang standar, Anda harus menggunakan simbol-simbol ini ketika menggambar diagram alur-jangan Anda tidak membuat sesuai keinginan Anda sendiri.
3.    Sebuah simbol pengolahan harus selalu ditemukan antara simbol input dan simbol output. Ini disebut the sandwich rule.
4.    Gunakan on-page dan off-page konektor untuk menghindari garis silang dan diagram alur berantakan.
5.    Sketsa diagram alur sebelum merancang draft akhir. Perangkat lunak dokumentasi grafis membuat pekerjaan ini lebih mudah.
6.    Menambahkan deskripsi dan komentar dalam diagram alur untuk memperjelas elemen pemrosesan.

PROCESS MAPS AND DATA FLOW DIAGRAMS
            Seperti sistem dan dokumen diagram alur, peta proses dan diagram aliran data (DFD) memiliki dokumen aliran data melalui SIA.
  •   Process Maps
Sebuah proses bisnis adalah sekelompok alami kegiatan usaha yang menciptakan nilai bagi sebuah peta organisation. Proses bisnis dokumen mudah mengikuti diagram. Dalam bisnis, proses utama biasanya proses pemenuhan penjualan atau perintah. Sebuah peta proses untuk proses ini menunjukkan kegiatan seperti pelanggan menempatkan pesanan, personil gudang memilih barang, dan panitera pengiriman sistem goods. Seperti sistem dan diagram alur dokumen, peta proses dan diagram aliran data (DFD) dokumen aliran data melalui SIS.
Auditor internal dan eksternal dapat menggunakan peta proses untuk membantu mereka belajar bagaimana sebuah departemen atau divisi beroperasi, membantu mereka dalam mendokumentasikan apa yang telah mereka pelajari, dan membantu mereka mengidentifikasi kelemahan pengendalian internal atau masalah dalam operasi yang ada. Manfaat tambahan adalah dengan menggunakan peta tersebut sebagai alat bantu pelatihan. Konsultan sering menggunakan peta proses untuk membantu mereka mempelajari proses bisnis dan mendesain ulang mereka untuk produktivitas yang lebih besar. Akuntan dan manajer juga dapat menggunakan alat ini untuk membantu mereka menggambarkan proses saat ini kepada orang lain. Seperti kebanyakan jenis dokumentasi, Anda dapat menggambar peta proses dalam versi multi-level disebut proses peta hirarkis yang menunjukkan tingkat berturut-turut detail halus. Peta tersebut sangat populer di web karena pemirsa dapat klik pada simbol individu untuk melihat informasi lebih lanjut untuk setiap proses atau keputusan.
  •  Guidelines for Drawing Process Maps
Peta proses bervariasi dan simbol-simbol yang ditemukan di versi web yang tidak konsisten. Meskipun demikian, mungkin untuk menggunakan simbol-simbol yang sudah Anda kenal dari menggambar diagram alur untuk membuat peta proses, termasuk: persegi panjang (untuk mewakili suatu proses). Berikut adalah beberapa panduan untuk digunakan saat menggambar peta proses:
1.      Mengidentifikasi dan menentukan proses yang menarik. Tujuannya adalah untuk tetap fokus pada ruang lingkup dari proses Anda mencoba untuk memetakan.
2.      Memahami tujuan untuk peta proses.
3.      Bertemu dengan karyawan untuk mendapatkan ide-ide mereka, saran, dan komentar.
4.       Ingat bahwa proses memiliki input, output, dan enabler.
5.      Tampilkan poin keputusan penting.
6.      Perhatikan tingkat detail yang Anda ambil.
7.      Hindari pemetaan'' harus-menjadi'' atau'' bisa-bisa''.
8.      Praktek, praktek, dan praktek.

  •  Data Flow Diagrams
Data Flow Diagram (DFD) digunakan terutama dalam proses pengembangan sistem. Karena arus data yang didokumentasikan penting untuk memahami SIA, banyak bab-bab selanjutnya dari buku ini menggunakan DFD untuk menggambarkan aliran data dalam SIS sedang dibahas.
  •  Data Flow Diagram Symbols
Sebuah persegi panjang atau persegi merupakan sumber data atau data tujuan eksternal, misalnya, pelanggan. Garis aliran data garis dengan panah yang menunjukkan arah aliran data. Dengan demikian, garis aliran data menunjukkan jalan bahwa data mengikuti ke dalam, dari, atau melalui sistem yang diteliti. Sebuah lingkaran atau'' gelembung'' dalam DFD menunjukkan entitas atau proses yang berubah atau mengubah data misalnya,'' kasir sistem.'' Akhirnya, DFDs menggunakan satu set garis paralel atau persegi panjang terbuka untuk mewakili toko atau repositori data. Ini biasanya sebuah file dari beberapa macam.

  •  Context Diagrams
Seperti dengan diagram alur sistem dan peta proses, kita biasanya menggambar DFD tingkat yang menunjukkan jumlah bertambah banyak detail. Desainer pertama menyiapkan tingkat tinggi DFD disebut diagram konteks untuk memberikan gambaran dari sistem. Dengan demikian, diagram konteks ini menggunakan persegi panjang untuk mengidentifikasi'' Pencatatan Waktu'' dan “Sumber Daya Manusia” sebagai entitas eksternal, meskipun fakta bahwa departemen ini adalah bagian internal perusahaan.
  •   Physical Data Flow Diagrams
Sebuah diagram konteks menunjukkan sangat sedikit detail. Untuk alasan ini , perancang sistem biasanya menguraikan unsur-unsur dalam konteks DFDs dengan menguraikan dalam tingkatan lebih rinci. Tingkat pertama detail yang biasa disebut diagram aliran data fisik, misalnya untuk gaji. Beberapa karakteristik penting dari DFD fisik. Pertama, kita mengamati bahwa setiap gelembung berisi sejumlah serta judul. Kedua, kita melihat bahwa DFD fisik meliputi input dan output yang sama sebagai yang diagram konteks pendahulunya DFD konteks dan DFD fisik yang seimbang. Balancing ini penting karena DFDs seimbang tidak konsisten dan karena itu mungkin mengandung kesalahan. Ketiga, kita menemukan bahwa semua gelembung di DFD fisik berisi nama sistem entitas. Akhirny , kita melihat bahwa DFD fisik mencantumkan jabatan hanya satu karyawan khas dalam simbol entitas, meskipun fakta bahwa beberapa karyawan dapat melakukan tugas yang sama . Hal ini membuat DFD sederhana , lebih mudah dibaca , dan karena itu lebih mudah dipahami.
  • Logical Data Flow Diagrams
Sebuah DFD fisik menggambarkan dimana entitas internal dan eksternal berpartisipasi dalam sistem tertentu tetapi tidak memberikan pembaca ide yang baik. Untuk tugas ini, kita perlu satu atau diagram aliran data yang lebih logis yang mengatasi kebutuhan ini. Dari sudut pandang desain sistem yang baik dan kontrol, menggambarkan proses sistem ini penting karena bagaimana sistem melakukan tugasnya seringkali lebih penting. Logical DFD membantu desainer memutuskan apa sumber daya sistem untuk memperoleh, kegiatan apa yang karyawan harus melakukan untuk menjalankan sistem ini, dan bagaimana melindungi dan mengendalikan sistem ini setelah mereka diinstal. Tingkat 0 diagram aliran data karena menunjukkan hanya dalam hal luas apa tugas melakukan sistem. Diagram Level 1 aliran data sebuah'' ledakan'' simbol dengan judul'' proses gaji.''
  •   Guidelines for Drawing Data Flow Diagrams
Data flow diagram menggunakan simbol-simbol diagram alur sedikit daripada system, dan untuk beberapa orang karena itu lebih mudah untuk mempersiapkan dan memahami. Aturan berikut dapat membantu Anda merancang mereka lebih baik, membuat mereka lebih jelas, dan membantu Anda dalam menghindari kesalahan sederhana.
1.      Hindari detail dalam tingkat tinggi DFDs (yaitu, tingkat 0 dan 1).
2.  Sebagai aturan umum, setiap logical DFD harus berisi antara lima dan tujuh gelembung pengolahan.
3.      Arus data yang berbeda harus memiliki nama yang berbeda.
4.      Kecuali mereka berada di luar sistem atau digunakan untuk pengarsipan, semua toko data harus memiliki data yang mengalir baik ke mereka dan keluar dari mereka.
5.      Bahkan jika file bersifat sementara, biasanya diinginkan untuk memasukkannya dalam DFD.
6.      Klasifikasikan sebagian besar penerima akhir dari sistem informasi sebagai entitas eksternal.
7.      Klasifikasikan semua personil atau departemen yang memproses data dari sistem saat ini sebagai entitas internal yang.
8.      Hanya menampilkan proses normal routinesin tingkat tinggi DFDs. Hindari menampilkan rutinitas error atau tugas pengecualian serupa di dalamnya.
9.   Dimana beberapa entitas sistem melakukan tugas yang sama, menunjukkan hanya satu untuk mewakili mereka semua.

OTHER DOCUMENTATION TOOLS
Ada banyak alat-alat lain untuk mendokumentasikan SIA selain flowchart dokumen, flowchart sistem, peta proses, dan diagram aliran data. Dua di antaranya adalah (1) diagram alur program, serta (2) tabel keputusan.
  •  Program Flowcharts
Program Flowchart menggunakan banyak simbol-simbol yang sama seperti sistem flowchart. Sebuah simbol khusus untuk beberapa diagram alur program yang merupakan simbol berlian (yang menunjukkan titik keputusan dalam logika pengolahan) dan simbol oval (yang menunjukkan awal atau titik berhenti).  Seperti diagram alur sistem dan diagram aliran data, diagram alur program dapat dirancang pada  berbagai tingkat detail. Tingkat tertinggi Program flowchart disebut Makro  Program flowchart dan memberikan gambaran tentang logika.
  •   Decision Tables
Tabel keputusan adalah tabel kondisi dan tugas pengolahan yang menunjukkan tindakan apa untuk mengambil untuk setiap kemungkinan. Tabel keputusan digunakan sebagai alternatif untuk program diagram alur. Keuntungan utama dari tabel keputusan adalah bahwa mereka meringkas tugas pengolahan untuk sejumlah besar kondisi kompak, format yang mudah dipahami. Keuntungan ini sangat penting untuk SIA karena kekhawatiran organisasi akan akurasi dan kelengkapan dalam pengolahan data keuangan. Salah satu kelemahan dari tabel keputusan adalah bahwa mereka tidak menunjukkan urutan di mana kondisi data yang tes program atau mengambil tindakan pengolahan, seperti halnya diagram alur program tersebut. Kelemahan kedua adalah bahwa tabel keputusan memerlukan pemahaman tentang teknik dokumentasi di luar flowcharting. Akhirnya, tabel keputusan memerlukan kerja ekstra untuk mempersiapkan, dan pekerjaan ini mungkin tidak efektif biaya jika flowchart program yang harus dipersiapkan pula.
  •                           Software Tools for Graphical Documentation and SOX Compliance
Akuntan, konsultan, dan pengembang sistem dapat menggunakan berbagai perangkat lunak untuk mendokumentasikan SIA ada atau yang diusulkan. Keuntungan menggunakan alat-alat seperti erat paralel yang menggunakan perangkat lunak pengolah kata, bukan mesin ketik.
a.       Microsoft Word, Excel, and Power Point
b.      CASE Tools
c.       SOX Compliance

END-USER COMPUTING AND DOCUMENTATION
Pemrograman pengguna akhir mengacu pada kemampuan karyawan non-IT untuk membuat aplikasi komputer mereka sendiri.
  •                        The Importance of End-User Documentation
Aplikasi pengguna akhir sering membutuhkan sumber daya yang substansial atau melakukan fungsi-fungsi mission-critical untuk organisasi sibuk. Dengan demikian, pengguna akhir harus mendokumentasikan aplikasi mereka untuk banyak alasan yang sama yang profesional harus mendokumentasikan aplikasi mereka. Dokumentasi juga penting ketika pengguna akhir mengembangkan aplikasi mereka sendiri. Item tertentu yang harus digunakan untuk mendokumentasikan setiap aplikasi akhir-pengguna tertentu akan, tentu saja, bervariasi dengan aplikasi tersebut. memberikan beberapa ide untuk mendokumentasikan aplikasi spreadsheet.
1.      Nama pengembang
2.      Nama file dimana aplikasi disimpan.
3.      Nama dari direktori dan sub direktori dimana aplikasi disimpan.
4.      Tanggal aplikasi pertama kali dikembangkan.
5.      Tanggal aplikasi terakhir diubah, dan nama orang yang dimodifikasi itu.
6.      Tanggal aplikasi itu dijalankan terakhir.
7.      Nama dan nomor telepon orang untuk panggilan dalam kasus masalah.
8.      Sumber data eksternal yang digunakan oleh sistem.
9.      Asumsi penting yang dibuat dalam aplikasi.
10.  Parameter penting yang harus dimodifikasi untuk mengubah asumsi atau menjawab'' what-if'' pertanyaan.
11.  Nama rentang yang digunakan dalam aplikasi andtheir lokasi dalam spreadsheet.
  •   Policies for End-User Computing and Documentation
Bisnis harus menetapkan dan mengikuti pedoman yang tercantum di sini untuk mengendalikan pengembangan aplikasi end-user.
1. Secara formal mengevaluasi proyek-proyek besar.
2. Mengadopsi kebijakan pembangunan end-user formal.
3. Memformalkan standar dokumentasi.
4. Batasi jumlah karyawan yang berwenang untuk membuat aplikasi end-user.
5. Audit sistem baru dan yang sudah ada